Penerapan Model Discovery-Inquiry Learning Memanfaatkan Rumah Belajar

Indahnya Berbagi!

Baru-baru ini, akhir pekan saya harus tergadaikan karena diisi dengan acara atapun kegiatan Pembelajaran Berbasis TIK yang secara online saya ikuti untuk peningkatan kompetensi pribadi dibidang TIK. Bukan tidak mengganggu aktifitas kegiatan sehari-hari, tapi saya sadar semestinya sebelum pandemic saya harus mengikuti kegiatan PembaTIK yang di selenggarakan Pusdatin Kemendikbud. Ya ! guru harus melek teknologi.
Saya memang sudah tahu kegiatan PembaTIK sejak dulu. Tapi jujur saja, baru sekarang bisa benar-benar mengikuti dan terlibat langsung di dalamnya. Saya ingat betul, saat mendaftar pada website simpatik.belajar.kemdikbud.go.id dan tergabung dalam kelas teman-teman sempat menanyakan tentang kegiatan TIK yang pernah diikuti sebelum mengikuti kegiatan PembaTIK ini. Saya bingung, tidak ada kegiatan TIK yang pernah saya ikuti selama ini. Malu, merasa ada kesempatan yang hilang, hingga minder bercampur menjadi satu. Padahal, pengalaman mengikuti kegiatan PembaTIK adalah salah satu poin penting bagi seorang guru dalam kegiatan belajar mengajar yang bisa memanfaatkan teknologi.
Di kota kelahiran saya, Tabalong, kegiatan TIK untuk peningkatan kompetensi guru memang agak nihil. beberapa kota besar di Indonesia sebenarnya kegiatan PembaTIK ini sudah sangat populer. Niat sudah ada bagi saya pribadi untuk meningkatkan kompetensi TIK sebagai guru, dan ada begitu banyak kegiatan berbasis TIK yang saya terima ketahui informasi dari rekan-rekan, tapi kadang cukup memberatkan bagi saya harus pulang pergi naik pesawat ditambah dengan biaya pendaftaran yang lumayan mahal dan mungkin setara dengan kualitas materi yg di sajikan.
Beberapa manfaat positif pun bisa didapatkan melalui kegiatan Pembelajaran berbasis TIK yang diselenggarakan Pusdatin Kemendikbud ini. Walaupun saya baru mendapatkan kesempatan menjadi Sahabat Rumah Belajar pada level 4 atau level berbagi berbagai kendala sedih dan senang saat mengikutinya tapi kegiatan semacam ini memang harus dicoba oleh anak guru di mana pun berada, setidaknya sekali seumur hidup.
Contoh video pembelajaran:Pembelajaran berbasis TIK (PembaTIK) Level 4 2020 telah dibuka secara resmi oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin, 14 September 2020 jam 10.00 WITA sampai selesai. Dalam kesempatan itu Mendikbud menyampaikan pesan kepada peserta PembaTIK Level 4 2020. Mendikbud menyampaikan bahwa Kemdikbud akan terus mendukung semangat inisiatif berinovasi bapak ibu guru semua. Beliau juga menyampaikan selamat mengikuti pembaTIK Level 4 dengan tema berbagi inovasi pembelajaran berbasis TIK mewujudkan merdeka belajar.
Pembukaan PembaTIK Level 4 2020 dilaksanakan secara
daring melalui aplikasi zoom. Selain
itu, kegiatan tersebut disiarkan secara streaming pada kanal Youtube Rumah
Belajar Kemdikbud, TV Edukasi dan Suara Edukasi. Peserta yang tidak bisa masuk
zoom meeting bisa mengikuti pada kanal Youtube dan juga TV Edukasi maupun Suara
Edukasi.
Peserta PembaTIK Level 4 2020 terdiri dari 30 peserta
PembaTIK Level 3 terbaik setiap provinsi. Peserta dari Provinsi Kalimantan
Selatan terdiri dari 10 kabupaten/kota. Peserta dari Kab. Banjar adalah Rama Regawa, Neneng
Putri Sari Ramadhan,
dan M. RIPANI, S.Pd. Peserta dari Kota Banjarbaru adalah Siti
Hamdah, S.Pd, M.M,
Maryati, Nurmila
Sari, Selly Wahyuning Tyas, Nova Ersaria Susianti
DK, Dani Yulianta dan Ahmad Rizal Fahmi. Peserta dari Kab. Tanah
Laut adalah Nurul Mahbubah, Nur Hayati dan Fitriani. Peserta dari Kab. Kotabaru adalah Nurdiana, Sri Herlini, Lea Auliyani dan Ahmad
Zaidi. Peserta dari Kab. Balangan adalah Mardani dan Raihani. Peserta dari Kab. Tapin adalah Nurul Khatimah dan Joko
Puerwanto. Peserta dari Kab. Barito Kuala adalah Mersy dan Muhammad Nazaruddin. Peserta dari Kab. Hulu
Sungai Selatan adalah Muhammad Syahrawardi, S.Pd., Gr dan Muhammad
Mustofa Yusuf. Peserta dari Kab. Hulu Sungai Utara adalah Sari Imawati dan A. Syapie. Peserta dari Kab. Tanah Bumbu adalah I Ketut
Sumerta, S.Pd dan Muhammad Yusuf,S.Pd.SD. Serta peserta dari Kab. Tabalong adalah Asri Fatimah.
Setelah
pembukaan PembaTIK Level 4 2020 dilaksanakan kuliah umum dengan materi dan
narasumber pakar yang hebat dan luar biasa. Pelaksanaan kuliah umum dari
tanggal 15 s/d 18 September 2020 secara daring. Pada tanggal 15 September 2020 ada
3 materi kuliah umum. Pada jam 10.00 - 11.30 WITA materi Kiat Sukses Bagi Para
Pendidik Untuk Berkomunikasi Dengan Publik dengan narasumber pakar Charles Bonar Sirait
(Presenter Televisi dan Radio, Konsultan PR). Dilanjutkan jam 11.30 - 13.00 WITA materi Motivasi Guru Dalam Mendidik: Belajar
Dalam Mengajar dengan narasumber pakar Butet Manurung
(Aktivis Pendidikan dan Pendiri Sokola Rimba). Sedangkan jam 14.00 - 15.00 WITA
materi Kebijakan Pendidikan Terkait Guru dan Tenaga Kependidikan oleh narasumber pakar Dr. Iwan Syahril, Ph.D.
(Dirjen GTK). Pada Rabu, 16 September 2020 materi kuliah umum Kiat Menyusun Penulisan Yang
Menarik dengan narasumber pakar Asma Nadia
(Novelis Best Seller di Indonesia).
Materi pada Kamis, 17 September
2020 adalah Tips
Membangun Sosial Media yang Sukses dengan narasumber pakar
yaitu Wicaksono (Pengelola akun
@ndorokakung). Diakhiri pada Jumat, 18 September
2020 dengan materi Pemanfaatan
Media Video Conference Untuk Berbagi dengan narasumber pakar Prof. DR. Ir. R. Eko
Indrajit, M.Sc., MBA., Mphil., MA
(Pakar Teknologi).
Kegiatan
selanjutnya setelah kuliah umum adalah coaching yang dilaksanakan selama
tiga hari. Pelaksanaan coaching terbagi dalam enam gelombang. Peserta
PembaTIK Level 4 Provinsi Kalimantan Selatan berkesempatan mengikuti coaching
pada gelombang pertama. Jadwal coaching gelombang pertama akan
dilaksanakan pada tanggal 21 s/d 23 September 2020. Semoga semua peserta PembaTIK
Level 4 2020 dapat mengikuti semua rangkaian kegiatan dengan baik dan semua
dapat berbagi dengan lancar. Merdeka Belajarnya, Rumah Belajar Portalnya, Indonesia
Maju.
Seperti namanya, bilangan pecahan adalah bilangan yang dapat dipecah menjadi bagian yang tidak utuh. Bilangan pecahan merupakan suatu bagian dari bilangan yang terbagi menjadi bagian yang sama. Pada bilangan pecahan, ada yang disebut pembilang dan penyebut. Mari simak pembahasan lengkapnya!
Bentuk Penulisan

Kalau kamu belum tahu apa itu bilangan bulat dan faktor dari bilangan? Pelajari di artikel Pengertian dan Contoh Bilangan Bulat dan Keunikan FPB dan KPK ya.
Gambaran bentuk pecahan (Sumber: socratic.org)
Cara Menyederhanakan Pecahan
Contoh:

Contoh:

Cara Membandingkan Pecahan
Contoh:

Contoh:

Contoh:

Cara Mengurutkan Pecahan
Menyamakan penyebut -> Mengurutkan pembilang.
Urutan pembilang = Urutan pecahan.
Contoh:

Contoh Soal dan Pembahasan
Nilai pecahan yang ditunjukkan daerah arsiran adalah...
a. 1/4
b. 1/3
c. 2/6
d. 6/2
(UN MATEMATIKA SMP/MTs 2009)
Jawab:
Ada 2 kotak yang diarsir dari 8 kotak dengan bagian yang sama, maka bilangan pecahannya , kemudian disederhanakan dengan dibagi 2 (FPB dari 2 dan 8) sebagai berikut:

2. Perhatikan pecahan berikut:

Urutan pecahan dari yang terkecil ke yang terbesar adalah...

(UN MATEMATIKA SMP/MTs 2008)
Jawab:
6/9 disederhanakan dulu menjadi 2/3. Kemudian, cara mengurutkan:
KPK dari 4,5,7,9 adalah 22 x 3 x 5 x 7 = 420

Maka, urutannya dari yang terbesar: 3/4, 5/7, 6/9, 3/5 (jawaban C).
Sekarang sudah tahu, kan, bagaimana cara membandingkan, mengurutkan, dan menyederhanakan bilangan pecahan?
Setiap berbicara tentang mata pelajaran Matematika, kamu pasti seringkali mendengar kata bilangan 'kan? Bilangan dapat diartikan menghitung (membilang). Dari sini, kalian jadi tahu betapa pentingnya bilangan dalam ilmu matematika bukan? Nah, dalam artikel berikut ini kita akan membahas tentang pengertian dan contoh bilangan bulat. Apa sih bilangan bulat itu? Yuk, kita simak.

Ilustrasi Skema Bilangan (sumber: berpendidikan.com)
Dari skema di atas, dapat dilihat bahwa bilangan bulat termasuk bilangan rasional yang merupakan bagian dari bilangan real. Selain itu, bilangan bulat terdiri dari:
Bilangan nol dan bilangan asli membentuk bilangan yang disebut :
Bilangan cacah = {0,1,2,3,...}

Pembagian Bilangan Bulat dengan Garis Bilangan (Sumber: Buku Siswa Matematika SMP/Mts Kelas VII Semester 1 edisi Revisi 2016, Kemdikbud)
1. Mengurutkan Bilangan Bulat
Mengurutkan beberapa bilangan bulat, yaitu menuliskan bilangan bulat tersebut secara urut dari yang nilainya terbesar atau terkecil. Pada garis bilangan, semakin ke kanan letak suatu bilangan, nilainya semakin besar. Sebaliknya, semakin ke kiri, nilainya semakin kecil.
2. Membandingkan Bilangan Bulat
Lambang-lambang untuk membandingkan dua bilangan bulat sebagai berikut:
Bilangan positif selalu lebih besar dari bilangan negatif
3. Lawan (Invers) Suatu Bilangan Bulat
Lawan bilangan a adalah –a. Sebaliknya, lawan –a adalah a.
Contoh:
Contoh Soal dan Pembahasan

Jawab:
Kumpulan bilangan tersebut bukan merupakan bilangan cacah karena mengandung bilangan bulat negatif (-5673829, -273829) dan tidak mengandung bilangan nol.
Bilangan bulat positif selalu lebih besar dari bilangan bulat negatif sehingga:
2387936 > -5673829
2387936 > -273829
2387844 > -5673829
2387844 > -27829
Sekarang, hanya perlu menentukan mana yang lebih kecil di antara 2387936 dan 2387844
Jumlah digit bilangannya sama dan 4 bilangan awal sama, namun ada perbedaan di bilangan ke-5 2387(9)36, 2387(8)44. Karena 9 > 8 maka 2387936 > 2387844
-5673829 dan -273829
Karena ada perbedaan jumlah digit, yaitu -5673829 berjumlah 7 digit dan -273829 berjumlah 6 digit sehingga -5673829 berada lebih di kiri dari -273829 pada garis bilangan, maka -5673829 < -273829
Jadi, dapat disimpulkan -5673829 < -273829 < 2387844 < 2387936 sehingga urutan bilangan dari nilai yang terkecil adalah -5673829, -273829, 2387844, 2387936
Bagaimana? Sekarang kalian pasti sudah paham tentang pengertian dan contoh bilangan bulat 'kan?